Starbucks berhubungan dengan Indonesia sejak 1970-an. Kantor pusat Starbucks di Seattle, Amerika Serikat, sering memesan kopi dari Sumatera dan Jawa. Meski hubungannya sudah cukup lama, ada banyak pertimbangan untuk membuka gerai di Indonesia. Baru setelah evaluasi di akhir 1999, Starbucks menyeleksi 200 perusahaan calon mitra di Indonesia. Setelah due dilligence 2-3 tahun, akhirnya Mitra Adi Perkasa terpilih pada 2001.

Pasar Starbucks di Indonesia tumbuh dua digit, berkisar 10-20 persen dalam 3 tahun. Indonesia adalah satu-satunya negara di Asia di mana pertumbuhan pasar kami dua digit secara konsisten. Jika dilihat secara keseluruhan, pertumbuhan penjualan mencapai lebih dari 30 persen karena ada toko-toko baru. Dalam setahun, kami menargetkan untuk menambah 25-30 gerai.

Di Jogja sendiri hampir di seluruh pusat perbelanjaan terdapat Starbucks. Selain itu Starbucks juga membuka gerai stand-alone. Starbucks dapat Anda temui di Hartono Mall Jogja Lantai GF.